Friday, November 15, 2019

14 November 2019




Kemarin, tanggal 14 November 2019 aku dapat beberapa pelajaran baru dan benar-benar merasa beruntung, berterima kasih, bersyukur, dan masih banyak lagi. Aku benar-benar gak bisa mendeskripsikan apa yang aku rasakan lewat kata-kata, tapi aku akan berusaha menuliskan semua yang aku rasakan di hari kemarin.

Mungkin hal pertama yang ingin aku bahas itu tentang pelajaran yang aku dapatkan tepat di hari ulang tahunku. Di hari bahagiaku—aku benar-benar bahagia sejak bangun tidur hingga sebelum sebuah masalah datang. Aku tidak akan menjelaskan masalahnya apa, tapi yang jelas hari itu, aku sadar di umurku yang sudah segini (21 tahun), aku sudah gak boleh ikut campur dengan urusan orang lain lagi. Apapun cerita yang aku dengar dari orang lain—entah benar atau tidak—cukup sampai di aku saja ceritanya. Aku tidak boleh lagi mencari-cari kebenaran dengan bertanya pada orang lain karena dampaknya gosip itu hanya akan menyebar dan menimbulkan banyak spekulasi tidak berdasar. Lalu, jangan lagi berusaha meluruskan pandangan orang-orang tentang gosip itu jika tidak diminta oleh pemilik ceritanya. Dan pelajaran yang kedua adalah orang tidak pernah berubah (tidak semua orang seperti ini, ya). Apalagi kalau lingkungan orang tersebut tidak pernah berubah juga. Mau berapa tahun berlalu pun, ya tetap seperti itu wataknya. ß ini hanya opiniku. Opini berdasarkan pengalamanku. Karena aku juga sadar ada beberapa watakku yang tidak pernah berubah sejak kecil (sekuat apapun aku mengubahnya, watak itu tetap ada di diriku).

Aku bersyukur karena orang-orang di sekitar aku sangat peduli dan sayang padaku. Bahkan ada temanku yang tiba-tiba berterima kasih padaku karena aku selalu ingat sama dia dari kecil sampai sekarang. Tentu saja aku akan selalu ingat dia, dia adalah sahabatku sewaktu SD. Tidak mungkin aku lupa padanya. Lalu, aku merasa sangat senang ketika melihat teman-teman dekatku di kampus menerima bungkusan nasi kuning yang dibuat mamaku dengan senyuman dan ucapan terima kasih. Walaupun sebenarnya aku agak sedih karena tidak bisa mentraktir mereka makanan yang lebih enak dan lebih mahal. Aku juga mendapatkan hadiah dari mereka. Aku terharu karena dengan memberi hadiah artinya mereka masih memikirkan aku. Padahal aku merasa tidak pantas mendapatkan perhatian mereka. Oh, iya, bahkan ada yang ingat aku ingin dikasih hadiah apa saat ulang tahun dan dia benar-benar memberikan itu sebagai hadiah. Kalian tau apa hadiahnya? Ha ha ha.. Ini mungkin terkesan sangat random, tapi aku mendapat hadiah sosis instan. Aku benar-benar suka makan sosis instan dan sempat bilang ke teman-teman dan keluargaku, kalau ulang tahun nanti aku ingin dikasih hadiah sosis instan satu stoples.

Kemudian banyak sekali ucapan-ucapan selamat yang masuk melalui instagramku. Padahal selama setahun ini aku sedang di fase sangat malas mengucapkan selamat pada teman-temanku ketika mereka ulang tahun. Dan yang terakhir, yang benar-benar membuatku bahagia dan terharu—bahkan terharunya masih berlanjut sampai hari ini saat aku kuliah—hadiah dari sahabatku sejak kecil. Dia juga ulang tahun di bulan November, jadi kemarin kami bertukar hadiah di rumahku. Dia memberikan aku satu buket bunga yang dia rangkai sendiri dan sebuah buku resep kue—aku yakin ini pasti harganya mahal sekali. Dia bilang, dia memberikan aku buku resep karena sewaktu SD kami sering sekali masak bersama, terutama setiap akan buka puasa bersama. Buku resep ini lumayan memotivasi aku untuk mulai belajar membuat kue lagi setelah sekian lama aku tidak menyentuh bahan-bahan kue. Untuk buket bunga, kalian harus tau, sampai detik ini aku masih tersenyum setiap melihat bunga itu. Sejak SMP, aku selalu mendambakan hadiah sebuket bunga yang cantik dari laki-laki yang aku suka, tapi aku gak pernah dapat itu ha ha ha. Dan kemarin, untuk pertama kalinya aku mendapatkan hadiah ulang tahun berupa sebuket bunga. Mungkin bunga ini memang bukan dari seorang laki-laki yang aku suka, tapi tetap saja aku merasa bahagia dan senang sekali karena ini dari sahabatku. Aku pikir, hadiah ini juga jadi terasa sangat spesial karena dia adalah sahabatku. Sepertinya kalau mendapatkan bunga dari seorang laki-laki itu hal yang biasa, bukan? Satu hal lagi yang aku syukuri dari sahabatku ini adalah kami masih bersahabat sampai sekarang dan kami bisa “merayakan” ulang tahun kami seperti kemarin bersama. Aku harap kami bisa bersahabat terus selamanya. Harapan ini juga berlaku untuk semua sahabatku.

Terakhir, semoga dengan bertambahnya umurku, aku bisa menemukan banyak hal baru lagi di hidupku (semoga semuanya hal-hal yang baik), aku bisa lebih produktif lagi, bisa menyembuhkan trauma-traumaku, bisa menemukan jati diri seorang fani lagi yang sudah lama terkubur karena banyak faktor, pokoknya bisa berubah jadi fani yang lebih baik lagi dari fani yang sebelumnya. Aamiin.

Monday, November 4, 2019

November

November adalah bulan yang paling aku suka dan aku tunggu-tunggu setiap tahunnya. Alasan yang pertama, jelas karena ulang tahunnku jatuh pada bulan November. Alasan yang kedua adalah karena bulan November selalu hujan. Aku suka sekali kalau hujan turun dan aku bisa menikmati sejuknya angin dan aroma tanah yang selalu muncul ketika hujan turun. Hujan yang aku maksud di sini bukan hujan yang disertai angin kencang dan petir yang menggelegar, ya. Hujan yang kumaksud adalah hujan yang turun dengan tenang. Deras tetapi tidak menyeramkan, atau biasa aku sebut "hujan romantis". Teman-temanku sering sekali menertawakan sebutanku untuk hujan yang aku sukai itu, tetapi memang itu yang aku rasakan. Tahu, kan, hujan yang sering muncul saat adegan-adegan romantis di sebuah film atau sinetron? Ya, hujan yang seperti itu. Hujan yang sering turun pada bulan November itu biasanya tenang, tidak disertai angin kencang dan petir. Hujan yang membuatku bisa tetap berjalan di bawahnya bersama payung kesayanganku dengan tenang dan bahagia. Tiap kali hujan itu turun, perasaanku yang sedang buruk rasanya menjadi lebih baik. Aku merasakan kebahagiaan muncul di hatiku hanya karena merasakan sejuknya udara berkat hujan itu.

Ah, sepertinya aku tau apa alasanku menamakan hujan itu sebagai "hujan romantis". Setiap "hujan romantis" itu turun, aku selalu teringat masa SD-ku, saat aku duduk di kelas empat. Waktu itu, di hari ulang tahunku, kelasku dimulai siang hari (karena sekolahku sedang direnovasi). Sebelum sekolah, aku mengundang teman-temanku ke rumah untuk menghadiri pesta ulang tahunku (padahal tidak bisa disebut pesta juga, sih, he he). Nah, saat kami akan berangkat ke sekolah, ternyata hujan turun. Akhirnya kami tetap berangkat, tetapi menggunakan payung dan jas hujan yang selalu kami bawa. Rasanya bahagia bisa berlarian di bawah hujan bersama teman-teman menggunakan jas hujan dan payung yang kami punya (sebenarnya, alasan kami senang memakai payung dan jas hujan adalah tidak lain dan tidak bukan hanya untuk pamer bahwa kepunyaan kami yang paling bagus). Lalu, aku dan teman-teman sekolahku yang rumahnya berdekatan sering sekali bermain sepeda di bawah hujan (salah satu dari mereka ada pacarku saat itu. Ha ha ha, waktu SD aku sudah punya pacar. Padahal kami sama-sama tidak tahu, apa itu pacaran). Aku merasa kenangan-kenangan itu sangat romantis. Romantisnya bukan hanya karena ada mantan pacarku di setiap kenangan itu, tetapi karena kebersamaanku dengan teman-temanku. Waah, rasanya ingin sekali kembali ke masa-masa itu.

Setelah membaca tulisanku dari atas sampai bawah, sepertinya hanya aku yang akan mengerti tulisan ini ha ha ha. Apakah di antara kalian ada yang menyukai "hujan romantis" juga sepertiku?

Teruntuk teman-teman SD-ku, aku kangen banget sama kaliaaaaaannn!!!

Thursday, December 20, 2018

Peluk


Hari Selasa, 18 Desember 2018, kuberanikan diri untuk memeluk seorang teman yang kurasa sedang membutuhkan pelukan. Terlihat sok tahu, tapi aku benar-benar tidak dapat berdiam diri lagi melihat keadaan ini. Mari kita sebut dia A. Jadi, di jurusanku, lebih tepatnya angkatanku, ada sedikit konflik yang berhubungan dengan si A. Intinya kami mempermasalahkan tentang sikap dia. Ya, tidak menutup fakta bahwa aku pun seringkali sebal karena sikapnya, tetapi di luar sikapnya yg tidak aku sukai aku tetap berteman baik dengan A. Karena aku pikir, untuk apa terus-menerus mempermasalahkan sikap orang lain yang padahal aku juga punya banyak sikap yang tidak disukai oleh teman-temanku sendiri.
Namun, setelah berminggu-minggu kuperhatikan, ada beberapa teman yang masih saja menunjukkan rasa tidak sukanya pada A. Padahal masalahnya sudah lewat. Daaan.. puncaknya adalah sehari sebelumnya. Temanku menyindir A dengan cara yang menurutku kurang tepat. Aku yang ada di sampingnya saat itu benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Aku merasa bersalah karena ucapan temanku itu. Padahal kami akan melaksanakan ujian, aku khawatir sekali itu akan berdampak pada ujiannya hari itu. Pokoknya, aku tidak berani melihat ke arahnya sepanjang ujian pagi itu. Setelah ujian, A langsung keluar kelas dan meninggalkan bukunya. Saat aku telepon untuk memastikan di mana keberadaan dia, aku dikejutkan oleh suara dia yang terdengar sedih. Aku mulai khawatir pada saat itu. ketika ujian yang kedua, dia datang, tetapi  (lagi lagi aku sok tahu) dari punggungnya aku seperti bisa melihat kesedihannya. Sepanjang perjalanan pulang, aku berpikir, bagaimana kalau aku yang ada di posisi A? Aku saja saat dijauhi oleh teman-teman dekatku rasanya seperti duniaku sudah hancur, apalagi jika dibicarakan dan dijauhi oleh teman-teman seangkatan? Aku memikirkan bagaimana cara menyemangatinya. Lalu aku teringat apa yang aku inginkan ketika sedang down, yaitu pelukan. Jujur, aku takut untuk menunjukkan kepedulianku lewat pelukan. Aku takut dia malah berpikir, “apaan sih peluk-peluk”. Aku ragu untuk melakukannya. Akhirnya aku berusaha mencari cara lain untuk menyemangatinya.
Pada malam harinya, ternyata dia tidak datang karena sakit. Aku semakin khawatir. Akhirnya aku mencoba berbicara pada teman-temanku yang lain. Tanpa kusangka, jawaban mereka yang aku tanya hampir sama. Mereka merasa tidak enak pada A dan merasa sindiran itu sudah benar-benar keterlaluan, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mencoba melangkah duluan untuk menyemangati A.
Akhirnya pada hari Selasa, kami bertemu. Namun, aku tidak terpikirkan untuk menyemangatinya pagi itu karena kami sibuk dari pagi. Ketika acara selesai, kami mengadakan evaluasi. Saat evaluasi, dia mencoba untuk meminta maaf. Aku di situ sudah berkaca-kaca karena mengingat kejadian di kelas hari kemarin. Tanggapan teman-teman yang ada di tempat itu cukup beragam. Namun, yang benar-benar terasa olehku itu lebih banyak orang-orang yang tidak peduli dengan kata maaf yang terucap dari mulutnya. Aku reflek melihat ke arahnya. Ketika aku melihat ekspresinya, aku langsung membuang muka lagi dan menangis. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya saat itu.
Setelah evaluasi selesai, keputusanku sudah bulat. Aku harus maju duluan untuk memberikan dukungan kepada A. Aku tidak mau dia berlarut-larut tenggelam dalam lautan kesedihannya dan menghancurkan kehidupan sehari-harinya. Aku berusaha membuang rasa malu-ku dan meminta izin untuk memeluknya. Saat aku memeluknya, aku sampaikan kalau aku merasa bersalah padanya. Dia agak kebingungan, dan aku berusaha menjelaskannya. Namun, aku tidak kuat, aku benar-benar ingin menangis. Akhirnya aku berbicara mengenai alasan mengapa aku merasa bersalah di punggungnya agar dia tidak melihat ekspresiku. Lalu dia menjawab dengan kalimat yang membuatku semakin sedih. Saat dia berbalik ke arahku, ternyata matanya sudah bengkak karena dipenuhi air mata. Aku tidak tega melihat ekspresinya, akhirnya aku peluk lagi dia dengan erat. Namun, setiap aku melepaskan pelukanku darinya, aku selalu berakhir memeluknya kembali. Setelah aku melepas pelukan itu, entah aku yang sok tahu atau bagaimana, tetapi aku bisa merasakan dan bisa melihat dari ekspresinya bahwa dia benar-benar membutuhkan dukungan dari teman. Dia masih membutuhkan dukungan itu, karena itu lah aku tidak bisa melepaskannya. Aku berusaha untuk membuatnya nyaman dengan dukunganku. Matanya tak bisa berbohong. Dia masih membutuhkan pelukan itu.
Oh, iya, berkat kejadian ini, aku dapat melihat ketulusan teman dekatku, kita sebut saja dia B. Selama ini dia seringkali memendam apa yang dia rasakan tentang orang lain, kalau pun dia membicarakan tentang apa yang dia rasakan, ya sudah itu hanya berakhir menjadi bahan perbincangan kami saja. Namun, hari itu dia menunjukkan ketulusannya yang jarang sekali bisa kulihat. Dari cara dia merangkul dan bersandar pada bahu A, aku benar-benar merasakan ketulusan dari B. Ah, menggemaskan sekali temanku ini. Ha ha ha.

Hei, A! Aku tidak tahu kamu membaca tulisanku ini atau tidak. Maaf jika tulisanku ada yang membuatmu sakit hati dan terlihat sangat sok tahu dengan menebak-nebak apa yang kamu rasakan pada saat itu. Namun, aku berharap semoga pelukan dan dukungan itu bisa membuatmu kembali merasa disayangi. Tidak semua orang membencimu, kok. Mereka hanyalah segelintir dari sekian banyak orang yang menyayangimu. Jangan lagi katakan bahwa kamu tidak memiliki teman, kamu memiliki teman.
Aku temanmu.
Percayalah, tanganku akan selalu terbuka bila kamu membutuhkan pelukan dan dukungan.

Dan untuk teman-temanku yang lain, tanganku juga terbuka untuk kalian yang membutuhkan pelukan dan dukungan. Cukup katakan bahwa kalian butuh pelukan, dan aku akan datang.
Untuk teman-teman lamaku, maaf jika di masa lalu aku pernah menolak untuk memeluk kalian di saat kalian membutuhkan pelukan. Pada saat itu, aku tidak tahu kalau pelukan itu benar-benar dapat membangkitkan lagi semangat seseorang. Sekali lagi, aku minta maaf.

With love,
Fani.

Monday, October 1, 2018

Atma Asta 2018


Sabtu kemarin, tanggal 29 September 2018, aku dateng ke acaranya SMAN 8 Bandung, Atma Asta: HIFESTUS. Aku bener-bener excited waktu liat akun instagram Atma Asta aktif lagi bersamaan dengan posting-an mereka tentang merchandise yang mereka jual. Gimana enggak excited, Atma Asta baru hadir lagi setelah dua tahun, Bro, Sist, kangen maksimal jadinya. Aku juga dengan semangatnya beli tiket Atma Asta karena ini bisa jadi sebuah momentum untuk reuni kecil-kecilan sama temen-temen SMA.
Sebenernya niat aku nulis ini adalah untuk menyampaikan rasa terima kasih dan rasa bangga ke mereka, panitia Atma Asta 2018. Jadi, langsung aja kali, ya..

Buat kalian, panitia Atma Asta 2018.
Aku memang bukan bagian dari panitia Atma Asta tahun lalu. Namun, aku, sebagai alumni dari almamater yang aku cintai, ingin mengucapkan beribu-ribu terima kasih pada kalian. Karena kalian sudah mewujudkan impian alumni kalian yang belum tercapai. Mungkin banyak orang di luar sana yang memberi kritik dengan bahasa yang kurang enak dibaca dan didengar, tetapi aku harap kalian tidak patah semangat karena ucapan mereka. Aku harap, apa yang mereka ucapkan bisa menjadi penyemangat kalian. Penyemangat untuk membuktikan, bahwa kalian bisa membuat acara yang jauh lebih baik dari yang kemarin. Yang harus kalian ingat, mau seperti apapun orang-orang di luar sana mencemooh dan merendahkan hasil kerja keras kalian, untukku kalian sangat luar biasa. Semua kekurangan yang ada di acara kemarin, jadikan pembelajaran agar kalian semakin baik dan matang untuk ke depannya. Sekali lagi, aku ingin mengucapkan terima kasih pada kalian. Malam minggu kemarin adalah malam minggu yang sangat berharga untukku. Berkat Atma Asta, aku bisa berkumpul lagi dengan teman-teman yang aku rindukan.
Terima kasih, Atma Asta 2018.
Aku bangga banget sama kalian!!!
Ditunggu, ya, Atma Asta 2019-nya :)

Wednesday, July 25, 2018

21.56

Betapa bodohnya aku masih mengharapkan kamu ada di sisiku.

Setahun yang lalu aku terbiasa dengan hadirmu di setiap aku sedang dalam keadaan tidak baik.

Kamu selalu hadir dengan kata-kata semangatmu, doa-doa baik darimu, dan kekhawatiranmu untukku.

Entah aku yang salah mengartikan sikapmu padaku atau memang kita memiliki perasaan yang sama?

Apapun kenyataannya, bagaimana perasaanmu padaku, aku merasa bodoh karena aku tidak pernah mengungkapkan perasaan ini dan tidak pernah berusaha untuk memperjelas tentang hubungan yang kita miliki.

Karena asumsi yang kubuat sendiri, aku terlalu berharap padamu, pada janji-janjimu yang bisa saja itu hanya candaan bagimu mungkin? Banyak sekali hal yang mengganjal di hatiku tentangmu.

Banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab.

Aku ingin segera lepas dari rasa sakit ini.

Namun, aku tidak tahu bagaimana caranya terlepas dari perasaan ini.

Aku tidak tahu kapan perasaan ini akan menghilang, yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah menikmati rasa sakit ini dan menunggu waktu menyembuhkan lukaku.


25 Juli 2018

Tuesday, May 1, 2018

SPSS UNTUK PENGUJIAN HIPOTESIS

A.    Uji Hipotesis Satu Sampel
Hipotesis memegang peran penting sebagai petunjuk penelitian yang akan dilakukan. Jenis hipotesis akan menentukan jenis alat analisis yang digunakan. Hipotesis akan menentukan jenis alat analisis yang digunakan. Hipotesis adalah pernyataan mengenai sesuatu yang akan dibuktikan kebenarannya lewat penelitian. Untuk menguji hipotesis, langkah pertama yang harus dilakukan adalah merumuskan hipotesis. Rumusan hipotesis tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk hipotesis null dan hipotesis alternatif.
Rumusan hipotesis akan menentukan jenis alat analisis yang digunakan dan model pengambilan keputusan yang merupakan tahap yang kedua, yaitu menentukan jenis uji statistik. Model pengambilan keputusan yang akan digunakan meliputi model satu sisi atau dua sisi.
Tahap ketiga dari pengujian hipotesis adalah menentukan titik kritis untuk pengambilan keputusan. Pada uji hipotesis, untuk menentukan apakah kita menerima atau menolak hipotesis, kita menggunakan perbandingan hasil perhitungan dengan tabel yang merupakan titik kritis pengambilan keputusan.
Tahap berikutnya dari pengujian hipotesis adalah menghitung nilai uji statistik. Untuk menghitung nilai uji statistik ini kita harus menghitung nilai statistik sebagai perbandingan dengan titik kritis pengambilan keputusan.
Tahap akhir dari pengujian hipotesis adalah membuat keputusan secara statistik dan menginterpretasikan hasilnya. Pada tahap ini kita akan membandingkan antara nilai statistik hitung dengan nilai statistik tabel. Pada pengujian dengan computer, pengambilan keputusan ini akan ditunjukkan dengan nilai probabilitas (P) atau nilai signifikasi (Sig). jika nilai probabilitas atau signifikansi lebih besar dari nilai alpha, maka keputusan yang diambil adalah menerima H0. Sedangkan jika nilai probabilitas atau signifikansi lebih kecil dari nilai alpha, maka keputusan yang diambil adalah menolak H0.
Uji satu sampel untuk rata-rata digunakan untuk menguji rata-rata sampel apakah sesuai dengan rata-rata populasi. pengujian ini dilakukan untuk memperoleh keyakinan atas nilai rata-rata suatu sampel. Misalkan dari hasil perhitungan terhadap rata-rata skor ujian TOEFL mahasiswa dengan menggunakan sampel mahasiswa Fakultas Ekonomi diperoleh skor rata-rata 415. Dengan hasil ini kita perlu meyakini apakah rata-rata skor TOEFL seluruh mahasiswa universitas, jika hasil dari penelitian terhadap skor TOEFL rata-rata mahasiwa adalah 390.
Data nilai skor TOEFL mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi
No
Nilai Skor TOEFL
1
412
512
480
550
2
423
325
463
420
3
392
452
295
365
4
425
444
420
425
5
450
366
512
480
6
380
385
560
350
7
385
412
322
525
8
440
423
420
510
9
465
440
380
369
10
344
426
395
390

Dari hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa rata-rata skor TOEFL mahasiswa untuk seluruh mahasiswa universitas adalah 415 dengan deviasi standar 55. Dari hasil tersebut, ujilah apakah benar pernyataan bahwa rata-rata TOEFL mahasiswa adalah 415.
Jawab
            Rumusan hipotesis dari pengujian ini adalah:
            H0:  = 415
            Ha:  ≠ 415

B.     Uji Satu Sampel untuk Rata-rata dengan Aplikasi SPSS
Dari data di atas, misalkan kita tidak mengetahui varians dari populasi, maka uji yang kita gunakan adalah uji t. Uji t digunakan untuk menguji rata-rata satu sampel jika jumlah sampel kurang dari 30 atau varians dari populasi tidak diketahui. Tahap-tahap pengujian dengan menggunakan program SPSS adalah sebagai berikut:
1.      Masukkan data skor TOEFL tersebut dalam jendela Data View SPSS, dengan cara yang sama di mana semua data dikelompokkan dalam satu variabel. Beri nama variabel dengan Skor, kemudian isi Label dengan Skor TOEFL Mahasiswa.
2.      Dari menu Analyze, pilih menu Compare Means, kemudian pilih One-Sampel T Test sehingga keluar jendela berikut.
3.      Masukkan variabel skor TOEFL mahasiswa dalam kolom Test Variable.
4.      Abaikan menu yang lain.
5.      Klik tombol Ok

Hasil print out SPSS adalah sebagai berikut

Dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai t adalah sebesar 0,852. Dengan membandingkan dengan nilai t tabel dengan alpha 5% uji dua arah dan df  sebesar 3939 diperoleh nilai t sebesar 2,043 atau sebesar 1,96 jika tabel t Anda terbatas sampai angka 30. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa kita menerima H0 yang menyatakan bahwa rata-rata skor TOEFL sebesar 415.

C.     Uji Hipotesis Dua Sampel
Manager Penjualan PT. Duta Makmur ingin mengetahui apakah ada perbedaan prestasi penjualan roti rasa durian berdasarkan tingkat pendidikan salesman.




No
Pendidikan Sales
Rasa Durian
1
Sarjana
300
2
Sarjana
320
3
Sarjana
324
4
Sarjana
315
5
Sarjana
400
6
Sarjana
420
7
Akademi
398
8
Akademi
375
9
Akademi
364
10
Akademi
325
11
Akademi
410
12
Akademi
425

Penyelesaian:
1.      Masukkan data dalam cell
2.      Klik Variable View, masukkan variabel yang dibutuhkan seperti yang terlihat pada gambar

3.      Klik Data, input data ke dalam jendela Editor, pada variabel Salesman masukkan data sesuai kode berikut:
1 = salesman-sarjana 2 = salesman-akademi
Catatan: Perhitungan dalam SPSS selalu untuk tipe data numerik. Untuk itu, variabel salesman harus dijadikan numerik.

4.      Dari menu utama, pilih Analyze > Compare Means > Independent-Samples T Test. Muncul kotak dialog gambar
5.      Masukkan variabel Durian pada Test Variable(s).
6.      Grouping Variable, pengelompokan ada pada variabel Salesman, maka masukkan variabel Salesman.
7.      Klik pada Define Group, seperti gambar
Untuk Group 1 isi dengan 1, yang berarti berisi tanda 1 atau ”salesman-sarjana”.
Untuk Group 1 isi dengan 2, yang berarti grup berisi tanda 2 atau “salesman-akademi”.
8.      Setelah selesai, pilih Continue > OK maka keluarannya sebagai berikut:

Kesimpulan: Dengan 0.05 untuk kasus di atas diketahui nilai t-tabel adalah -1.812. Karena pada keluarannya diperoleh t-hitung = -1.439 > t-tabel = -1.812 maka terima H0. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara prestasi penjualan roti durian dengan tingkat pendidikan salesman.
Catatan: Penarikan kesimpulan pengujian hipotesis dengan software SPSS menggunakan statistik uji t, karena output SPSS tidak menampilkan P-value.

D.    Uji t Dua Sampel yang Berpasangan Menggunakan SPSS
Produsen Obat diet ingin mengetahui apakah obat yang diproduksinya mempunyai efek terhadap penurunan berat badan konsumen. Sebuah sampel yang terdiri dari 10 orang masing-masing diukur berat badannya, kemudian setelah sebulan meminum obat tersebut, kembali diukur berat badannya.Ujilah pada taraf nyata sebesar 10% apakah obat diet tersebut berpengaruh terhadap penurunan berat badan.
1.      Masukkan data dalam cell.
2.      Dari menu utama, pilih Analyze > Compare-means > Paired-Samples T test.
3.      Pindahkan variabel sebelum dan sesudah ke kotak Paired variables dengan mengklik dua kali pada variabel tersebut




4.      Klik OK, maka hasilnya sebagai berikut
Hipotesis:
H0 : μsesudah - μsebelum = 0
Ha : μsesudah - μsebelum ≠ 0
Hipotesis awal (H0) mengatakan bahwa rata-rata berat badan sebelum minum obat sama dengan rata-rata berat badan sesudah minum obat. Sebaliknya, Hipotesis alternatif mengatakan bahwa rata-rata berat badan sebelum minum obat tidak sama dengan rata-rata berat badan sesudah minum obat.
Daerah penolakan:
Uji 2 arah: 
Tolak H0 apabila |t| > tα/2,n-1  atau Pvalue < α 
H0 ditolak apabila t > tα/2,n-1 atau jika t bernilai negatif apabila t < -tα/2,n-1 
Kesimpulan: Dari keluaran di atas diperoleh nilai statistik uji t = 1.646. Dengan taraf nyata sebesar 10 % dan derajat bebas n-1=10-1=9 , diperoleh tα/2,n-1 = t0.05,9 = 1.833. Karena t < t0.05,9 (1.646 < 1.833) maka terima H0. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara berat badan konsumen sebelum dan sesudah meminum obat diet. Yang berarti bahwa obat diet tersebut tidak mempunyai efek untuk menurunkan berat badan.

Tentang Buku

Dari kecil, aku dan buku adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ke mana pun aku pergi, akan ada buku di tanganku. Apa pun pencapaiannya,...